Kalau mendengar kata Arab Saudi, banyak orang langsung teringat dengan Tanah Suci, padang pasir, atau bangunan megah di Mekkah dan Madinah. Tapi tahukah kamu kalau negara ini juga punya deretan makanan khas Arab yang luar biasa lezat dan kaya rasa?
Masakan Arab Saudi terkenal dengan penggunaan rempah-rempah yang melimpah, seperti kapulaga, kayu manis, cengkeh, dan saffron. Cita rasanya kuat, aromanya menggoda, dan biasanya di sajikan dalam porsi besar, karena berbagi makanan adalah bagian penting dari budaya mereka.
Kalau kamu penasaran ingin tahu makanan khas Arab Saudi yang paling populer dan wajib di coba, berikut tujuh rekomendasi terbaik yang bisa bikin lidahmu menari!
1. Kabsa – Sang Raja Nasi dari Jazirah Arab
Kabsa bisa di bilang makanan paling ikonik di Arab Saudi. Hidangan ini mirip seperti “nasi kebuli” atau “nasi briyani” di Indonesia, tapi punya karakter khas tersendiri.
Kabsa terbuat dari nasi basmati yang di masak bersama daging (biasanya domba, ayam, atau unta), tomat, bawang, dan campuran rempah seperti kapulaga, kayu manis, dan cengkeh. Warna nasinya cenderung kemerahan karena di masak dengan saus tomat dan saffron.
Yang bikin Kabsa spesial adalah aromanya yang menggoda dan cara penyajiannya yang besar, biasanya satu nampan besar untuk dimakan ramai-ramai. Makannya pakai tangan juga nggak masalah, justru lebih autentik dan nikmat!
Baca Juga:
Resep Kabsa Khas Arab Saudi yang Enak dan Lezat, Cocok untuk Sajian Satu Keluarga!
2. Mandi – Nasi Wangi Lembut dengan Daging Super Empuk
Mandi punya tampilan mirip dengan Kabsa, tapi cara memasaknya berbeda. Kalau Kabsa dimasak di atas kompor, Mandi di masak dengan cara di kukus atau di panggang di dalam lubang tanah yang di sebut tandoor.
Metode ini bikin dagingnya jadi lembut banget dan bumbunya meresap sempurna ke setiap seratnya. Nasinya pun punya aroma smoky khas yang bikin makanannya makin menggoda.
Biasanya, Mandi di sajikan dengan sambal tomat pedas atau saus yogurt biar rasanya makin segar. Bagi penggemar nasi berbumbu, Mandi wajib banget masuk daftar incaran!
3. Jareesh – Bubur Gandum yang Kaya Rasa
Bosan dengan nasi? Coba Jareesh. Makanan ini terbuat dari gandum kasar yang dimasak bersama daging ayam atau domba, lalu diberi campuran tomat dan rempah-rempah khas Arab.
Teksturnya mirip bubur, tapi jauh lebih padat dan gurih. Biasanya disantap hangat sebagai menu makan malam atau saat cuaca dingin di musim dingin.
Rasanya unik, gurih, sedikit asam dari tomat, dan kaya aroma rempah. Makanan ini juga termasuk salah satu kuliner tertua di Arab Saudi dan sering dihidangkan dalam acara keluarga besar.
4. Mutabbaq – Camilan Gurih Paling Populer
Mutabbaq merupakan makanan ringan yang bisa kamu temui hampir di setiap sudut kota di Arab Saudi. Namanya berasal dari kata Arab yang berarti “lipat”, karena makanan ini dibuat dari adonan tipis yang diisi dengan campuran daging cincang, bawang, dan telur, lalu dilipat dan digoreng hingga garing.
Mutabbaq punya versi manis juga, biasanya berisi pisang, madu, atau keju. Rasanya gurih, renyah di luar tapi lembut di dalam, mirip martabak telur versi Timur Tengah. Cocok banget jadi camilan sore sambil minum teh khas Arab.
5. Shawarma – Si Kebab Kekinian yang Mendunia
Siapa yang nggak kenal shawarma? Hidangan ini sudah sangat terkenal di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Shawarma adalah daging yang dimasak dengan cara dipanggang di pemanggang vertikal, lalu diiris tipis dan disajikan dalam roti pipih (pita bread) bersama sayuran segar, acar, dan saus bawang putih atau tahini.
Di Arab Saudi, shawarma bisa ditemukan di mana-mana, mulai dari restoran mewah sampai gerobak pinggir jalan. Rasanya juicy, gurih, dan bikin nagih. Versi ayamnya lebih ringan, sedangkan daging sapi atau domba punya cita rasa lebih kaya dan kuat.
6. Harees – Sajian Tradisional di Bulan Ramadan
Harees termasuk makanan tradisional yang sering di sajikan selama bulan Ramadan atau acara keagamaan.
Terbuat dari campuran gandum yang di masak lama hingga lembut bersama daging ayam atau domba, Harees punya tekstur lembut seperti bubur dan rasa gurih yang menenangkan. Biasanya di sajikan dengan tambahan mentega cair di atasnya agar makin lezat.
Karena teksturnya ringan dan mudah di cerna, Harees sering jadi menu buka puasa favorit di Arab Saudi. Rasanya yang sederhana tapi kaya nutrisi membuat makanan ini punya nilai sentimental tersendiri bagi masyarakat setempat.
7. Kunafa – Penutup Manis yang Nggak Terlupakan
Setelah menikmati makanan utama yang berbumbu kuat, saatnya menutup dengan hidangan manis khas Arab: Kunafa!
Kunafa di buat dari adonan tipis seperti mie (kataifi) yang di panggang dengan mentega, kemudian di beri isian keju lembut atau krim manis, lalu di siram dengan sirup gula dan taburan kacang pistachio.
Rasanya manis, gurih, dan creamy dalam satu gigitan. Kunafa sering jadi hidangan penutup dalam perayaan besar seperti Idul Fitri atau acara keluarga. Kalau kamu penggemar dessert, Kunafa bisa dengan mudah jadi favorit barumu!
Cita Rasa yang Tak Terlupakan dari Tanah Arab
Setiap makanan khas Arab Saudi punya cerita dan cita rasa yang unik. Dari Kabsa yang megah hingga Kunafa yang manis menggoda, semuanya mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi kuliner Arab.
Kalau kamu berkesempatan mengunjungi Arab Saudi, jangan ragu untuk mencicipi salah satu (atau semua!) dari tujuh makanan di atas. Siapa tahu kamu akan menemukan makanan favorit baru yang bisa bikin rindu setiap kali mengingat aromanya.